Walaupun jumlah follower bukan lagi ukuran kesuksesan sebuah akun twitter tapi tanpa follower suatu akun  benar-benar tidak sukses. Nah, pernah berpikir ada brand atau orang yang punya banyak sekali follower dan engagement yang tinggi, bagaimana mereka melakukan itu? Saya tekankan, mendapat ribuan bahkan ratusan ribu follower bukan hal yang mudah, (kecuali Anda membeli follower yang selain menipu orang lain juga menipu diri sendiri), dibutuhkan kerja keras dan konsistensi.

Tapi kerja keras saja tidak cukup. Saya mengamati dari sekian lama menjadi silent reader di twitter, mereka yang memiliki jumlah penggemar menakjubkan dan tingkat keterlibatan yang tinggi cenderung memiliki beberapa kesamaan. Mereka selalu memiliki sesuatu untuk dibicarakan atau konten untuk dibagikan, hal yang entah berguna, kontroversial, menghibur, informatif, menolong, dan pastinya menarik perhatian orang-orang yang memang memiliki kesamaan minat. Akun-akun tersebut juga tidak hanya aktif di dunia maya, tapi juga di dunia nyata. Mereka memiliki blog, aktif dalam kegiatan komunitas, membuat seminar dan mengajar. Salah satu ya @travellerkaskus, selain memiliki web yang kece, media sosial yang aktif, juga selalu mengadakan kegiatan on line juga off line. –promosi colongan —

Namun, saya memiliki beberapa teman yang membagikan konten menarik secara konsisten tapi tidak kunjung beruntung dalam menumbuhkan jumlah followers-nya. Ada yang tetap bertahan di twitter dan banyak yang menyerah, “twitter memang ngga pas buat gue” kalimat itu yang biasa saya dengar.

Nah, selain yang sudah saya bahas di atas, ada satu strategi yang lazim digunakan tapi seringkali tidak  disadari dan saya pikir efektif untuk menjaring follower yang memiliki minat lebih terhadap tweets/konten yang kita bagikan, namanya Strategi Follow-Unfollow.

 

STRATEGI FOLLOW-UNFOLLOW

Strategi ini berlandaskan asumsi sederhana: Kalau Anda follow seseorang, dia akan melihat profil dan tweets terakhir Anda. Kemudian ia akan memutuskan apa ada banyak manfaat untuknya dengan follow back.

Asal mula asumsi ini  adalah follow supaya orang-orang  menyadari kehadiran Anda, beberapa dari mereka akan follow back. Sejak twitter membatasi jumlah orang yang bisa di-follow dalam satu kurun waktu tertentu, Anda perlu unfollow beberapa orang sebelum mulai mem-follow orang lain.

Supaya strategi ini bekerja, spionase  perlu dilakukan untuk mencari tahu orang-orang yang mungkin memiliki tingkat ketertarikan  lebih dengan konten yang Anda sebarkan. Cari akun besar yang mirip dengan karakter Anda dan follow follower paling aktif mereka. Misal, Anda merupakan travel blogger pemula  atau travel photographer yang ingin dikenal karya-karyanya, maka memantau followers @travellerkaskus dan @trinity  adalah langkah yang tepat . Segera follow followers mereka yang aktif retweet, favourite atau reply tweets. Followers mereka itu adalah target utama!!!  Maka dari asumsi sederhana ini Strategi Follow-Unfollow itu lahir. Gambaran langkahnya sebagai berikut:

  1. Cari akun-akun berpengaruh yang mirip dengan karakteristik Anda.
  2. Follow orang-orang yang following akun berpengaruh itu.
  3. Tunggu beberapa hari/minggu (main sosial media memang butuh modal kesabaran)
  4. Unfollow orang-orang yang tidak follow back setelah lewat rentang waktu yang ditentukan.
  5. Ulangi lagi langkah pertama.

Jadi sekarang, tunggu apalagi: Follow dan lihat berapa banyak yang follow back.

NANTI DULU, sebelum memulai strategi ini,  tampilan akun harus  benar-benar dipersiapkan supaya  layak dan menarik untuk di-follow. Siapkan foto profil yang memesona, deskripsi profil yang elegan,  Tweet gambar ciamik, link ke blog keren, informasi menarik, kutipan motivasi dan lain-lain, satu yang perlu diingat, tunda keinginan untuk berjualan. Follow akun-akun yang lebih kecil, 200-1000 followers, mereka akan lebih sadar kehadiran Anda daripada akun yang sudah punya 55.000 follower seperti Traveller Kaskus.

Satu lagi, perhatikan ketentuan berikut dari twitter:

  1. Saat pertama kali bergabung dengan twitter, Anda tidak boleh follow lebih dari 2000 akun, jangan baru selesai sign up langsung follow puluhan ribu orang atau Anda siap di-banned oleh twitter.
  2. Saat jumlah orang yang di-follow sudah mencapai 2000 orang, tidak diperkenankan mem-follow lebih dari 10% dari jumlah followers yang Anda miliki. Lebih jelasnya, saat Anda punya 2000 followers, Anda hanya dapat follow maksimal 2200 akun.
  3. Anda tidak diizinkan mem-follow lebih dari 1000 orang dalam 24 jam.

Saran saya,

  1. Tetap jaga jumlah following lebih rendah dari jumlah follower.
  2. Saat baru mulai main twitter, jangan follow lebih dari 20 orang per hari.
  3. Perlahan-lahan saja menggunakan strategi ini.

YANG PERLU DIINGAT!!!

Jika Anda bukan artis, brand atau komunitas yang benar-benar terkenal dan memiliki die-hard fans, maka bijaksana untuk tidak unfollow semua orang yang awalnya di-follow dengan harapan mereka akan follow back. Kenapa? Karena Anda bukan satu-satunya orang yang baca tulisan ini dan pakai strategi follow-unfollow. Akan ada banyak calon follower potensial  yang tertarik dengan tweets Anda  namun sama berharap follow back, mereka akan kehilangan minat jika Anda hanya following 5 orang namun memiliki 5000 orang followers. Jumlah followers mungkin tidak berkurang, tapi pertumbuhannya mungkin saja stagnan.

Ini salah satu tips dari saya, apa Anda sudah mencobanya? Bagaimana Hasilnya? Atau Anda punya tips & trick lainnya yang bisa ditambahkan? Taruh ide-ide dan link blog Anda di kolom komentar supaya kita bisa sama-sama saling belajar dan berkunjung.